Bening Jiwa Production

self-development training, workshop, and courses

Bening Jiwa Production header image 4

Jiwa yang Menang

September 16th, 2008 by Admin
Respond

Seorang kawan yang datang pada saya, menyatakan kesedihannya karena rekan-rekan sekantornya hijrah ke tempat lain. Well... bagi saya, perpisahan itu bukanlah hal yang perlu disedihkan. Karena perpisahan itu boleh jadi hal yang menggembirakan bagi mereka yang hijrah. Perpisahan itu selalu memberi sebuah kesegaran bagi mereka. Karena niat mereka itu datang dari sebuah keputusan yang terbaik bagi dirinya. That is fine and don’t be sad. Bahwa mereka telah singgah dalam jiwa kita itu jauh lebih penting untuk dirasakan. Dalam konteks itu, ke mana pun mereka pergi, mereka tetap bersama kita, dalam hati kita. Itu kata saya kepada kawan yang sedih karena ditinggal rekan-rekannya itu.

Bicara tentang bekerja, pasti berhubungan dengan tempat, sistem dan orang yang berada di dalamnya. Kita yang hadir di sana merupakan salah satu bagian dari sistemnya. Betapapun keadaan tempat Anda bekerja hari ini, baik atau buruk, secara spiritual bergantung pada apa yang hendak Anda berikan dan terima darinya. Apakah Anda menjadi kalah karena egoisme perusahaan dan jajaran pimpinan tempat Anda bekerja telah melibas Anda. Ataukah Anda menjadi menang, karena kemurnian jiwa Anda menangkal setiap egoisme, atau energi negatif yang berlangsung di tempat Anda bekerja.

Nah, sampai di sini harus waspada nih.
Menurut pengalaman, mereka yang menang dan tetap dalam perusahaan biasanya akan terlena dengan kemenangannya. Sehingga lebih sering kehilangan momen untuk bersyukur. Mereka bahkan nyaris tidak merasakan adanya sebuah perubahan pada jiwanya. Kalau ada, termasuk para bos yang bisa memaknai kehilangan orang-orang terbaik di kantornya, wah itu bagus sekali. Itulah sebabnya saya menyukai obrolan bersama mereka yang pindah, hijrah. Karena biasanya dorongan untuk mendapatkan tempat yang baru selalu dilandasi semangat perubahan yang kuat. Jika tidak, biasanya karena harga dirinya (self esteem-nya) ikut tercabik-cabik. Saya jarang bertemu dengan yang terakhir ini atau biasanya mereka menghilang begitu saja.

Saya selalu kagum kepada setiap kawan yang harus hengkang dari satu tempat ke tempat kerjaan lain. Satu hal yang sejauh ini saya tidak terlalu mau –bukan karena tak berani tapi kadang saya kehilangan alasan— melakukannya. Setiap jiwa memiliki alasan sendiri-sendiri. Baik ingin tinggal atau pergi, yang perlu dihargai. Ini nampaknya menyangkut plus – minus yang kita dapatkan dari sebuah tempat ketika berkarya. Bukan menyangkut yang tinggal baik dan pergi buruk, atau sebaliknya. Semua baik selama sikapnya atas sebuah kesadaran dan pencarian bagi jiwa mereka. Karena tempat yang baru selalu mengasyikan dan memberi perubahan-perubahan yang mengasyikan bahkan perubahannya itu, kabarnya, mempengaruhi DNA kita juga. Begitu kata buku “The divine code of Life: Awaken Your Genes and Discover Hidden Talents” yang sudah di Indonesiakan menjadi The Devine of Message of the DNA (Tuhan dalam Gen Kita). Sementara tantangan bagi yang tinggal adalah kreatif mendorong perubahan-perubahan secara positif di lingkungannya.

Satu-satunya hal yang sering kurang menyenangkan adalah perpisahan yang dilandasi rasa saling menyakitkan. Kenapa dalam peradaban kita ada saja yang mewarnai perpisahan dengan saling melukai. Beberapa kawan, ambil contoh, kendati mereka dipecundangi di kantornya, mereka bisa hengkang dengan hati yang lega. Ini sikap yang saya suka. Mereka bahkan bersyukur. Karena bagi mereka, cara-cara yang tidak menghargai mereka adalah pemberitahuan untuk segera meninggalkan tempat itu. Mereka dengan sadar tidak ingin melukai jiwa mereka lebih dalam. Bahkan, ketika berpisah, dalam hati mereka bilang: “tarimakasih ya bos sudah berikan saya peluang di tempat yang baru”. Karena tempat yang baru, apa dan bagamana pun keadaannya, harusnya menyenangkan. Tempat lama harus terus menerus dibarukan agar, lagi-lagi, menyenangkan!!

Anda mengalami ketidaknyamanan di kantor saat akan berpisah. Manfaatkan hari-hari terakhir Anda dengan bersikap menyenangkan dan profesional. Beranikan jiwa Anda untuk bersikap baik terhadap orang-orang yang selama ini ”mengganggu” Anda. Sungguh tak ada gunanya Anda membawa luka bersama mereka itu ke tempat yang baru. Seorang kawan bahkan menambahkannya dengan tiada berhenti mendoakan orang-orang di kantor lamanya. Karena baginya, dengan begitu, jiwanya menjadi lebih bersih dan tercerahkan karena perpisahan itu. Dia menjadi jiwa yang menang dan free soul di setiap momen. Karena dia tahu bahwa di setiap tempat yang ia singgahi di dunia ini selalu ada sidik jari Tuhan di dalamnya. Jangan pernah mau meninggalkan sekecil apapun kenangan yang buruk di satu tempat.

on Gratitude by Wisnu Prayuda

Tags: No Comments.

Seminar & Workshop Ikhlas

September 4th, 2008 by Admin
Respond

Ikhlas merupakan kunci hidup bahagia, dapat merasakan keajaiban ikhlas merupakan kesadaran yang hadir setiap saat.
Ikhlas merupakan kunci utama dalam menjalani kehidupan.
Di bulan Ramadhan, mengasah keikhlasan merupakan hal yang paling penting dilakukan, agar… kita dapat menemukan fitrah diri kita saat menyongsong bulan Syawal.

Melakukan i’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah. Namun… i’tikaf hanya akan menjadi ritual tanpa arti,
…jika kita tidak menjalaninya dengan penuh keikhlasan
…jika kita tetap tidak tahu siapa diri kita yang sebenarnya
…jika kita tetap tidak mengerti apa tujuan hidup kita

Untuk itu…
di bulan suci Ramadhan ini, BeningJiwa Production bekerjasama dengan Komunitas BundaInBiz mengadakan:

SEMINAR & WORKSHOP IKHLAS
“MENJEMPUT CAHAYA DI AKHIR RAMADHAN”

Sabtu, 20 September 2008
Pukul 12.00 - berbuka puasa
di NINE MUSES, Jl. Wijaya I no.2
Kebayoran Baru, Jakarta

Pembicara:
Auk Murat & Wisnu Prayuda

Investasi: Rp180.000,-/orang

Dapatkan undangannya senilai Rp. 250.000,- dan daftarkan diri Anda melalui
Dea 021.702.67332 atau email di info@beningjiwa.com

Tags: No Comments.